Penyambungan
ialah menyatukan, atau menyambungkan dua bagian komponen, sehingga menjadi satu
kesatuan. Ada beberapa cara penyambungan logam, yang dapat dikelompokkan dalam
permanen, semi permanen, dan non permanen
Sambungan
digolongkan sebagai permanen, jika sambungannya tidak bisa dilepas kembali
kecuali dengan merusakkan. Cara penyambungannya ialah dengan las.
Sambungan
dinamakan semi permanen, jika sambungannya sulit dilepas kembali. Cara
melepaskan biasanya dengan merusakkan penyambungnya, namun bagian yang
disambung tidak rusak. Ada beberapa cara penyambungan yang tergolong semi
permanen:
Keling
Lem, dipakai
untuk menempel plat yang tipis.
Pemuaian
Sambungan non
permanen ialah sambungan yang bisa dilepas kembali tanpa merusakkan: Cara yang
dipakai ialah dengan mur-baut dan klem.
Las
Penyambungan
dengan las dipakai jika ingin diperoleh sambungan yang permanen. Cara
penyambungannya yaitu dengan melelehkan logam dan menyambungnya menjadi satu.
Oleh karena kedua bagian telah menyatu, pelepasan sambungan hanya bisa
dilakukan dengan memotong sambungan tersebut (bisa dilakukan dengan berbagai
cara pemotongan).
Keling
Cara keling,
ialah penyambungan menggunakan bahan penyambung yang ujungnya dibuat besar
dengan pukulan atau tekanan. Tersedia berbagai ukuran keling, disesuaikan
dengan kebutuhan. Seperti pada penggunaan mur-baut, pertama dibuat lubang di
kedua bagian yang akan disambung. Perbedaannya ialah komponen penyambungnya.
Jika mur dan baut masing-masing memiliki kepala yang ukurannya lebih besar dari
lubang sambungan, maka pada keling, salah satu ujung dibuat berkepala, sedang
ujung lain dibesarkan pada saat penyambungan, dengan cara pemukulan atau
penekanan. Keling kecil yang menyambungnya menggunakan alat khusus (tang),
disebut rivet.
Kelebihan keling
ialah praktis dan cepat, biasanya ada alat khusus untuk pemasangannya. Sedang
kekurangannya ialah sambungan tidak dapat dilepas, kecuali dengan merusakkan
kelingnya. Biasanya keling dipakai untuk penyambungan bagian yang tidak perlu
dilepas-lepas.
Penyambungan dengan pemuaian
Penyambungan dengan pemuaian
Penyambungan ini
dengan memanfaatkan pemuaian logam, untuk memperoleh sambungan yang
kedudukannya mantap jika bagian yang disambung dapat salah satu berada di dalam
yang lain. Dipakai cara pemanasan. Bagian yang di sebelah luar dipanasi,
sehingga memuai, kemudian bagian yang di dalam ditempatkan pada kedudukan
tepatnya, setelah mendingin, akan didapat sambungan yang kokoh dan kuat. Cara
ini dipakai misalnya pada pemasangan bagian tepi roda kereta api.
Lem
Digunakan untuk
melekatkan lembaraPenyambungan logam
Penyambungan
ialah menyatukan, atau menyambungkan dua bagian komponen, sehingga menjadi satu
kesatuan. Ada beberapa cara penyambungan logam, yang dapat dikelompokkan dalam
permanen, semi permanen, dan non permanen
Sambungan
digolongkan sebagai permanen, jika sambungannya tidak bisa dilepas kembali
kecuali dengan merusakkan. Cara penyambungannya ialah dengan las.
Sambungan
dinamakan semi permanen, jika sambungannya sulit dilepas kembali. Cara
melepaskan biasanya dengan merusakkan penyambungnya, namun bagian yang
disambung tidak rusak. Ada beberapa cara penyambungan yang tergolong semi
permanen:
Keling
Lem, dipakai
untuk menempel plat yang tipis.
Pemuaian
Sambungan non
permanen ialah sambungan yang bisa dilepas kembali tanpa merusakkan: Cara yang
dipakai ialah dengan mur-baut dan klem.
Las
Penyambungan
dengan las dipakai jika ingin diperoleh sambungan yang permanen. Cara
penyambungannya yaitu dengan melelehkan logam dan menyambungnya menjadi satu.
Oleh karena kedua bagian telah menyatu, pelepasan sambungan hanya bisa
dilakukan dengan memotong sambungan tersebut (bisa dilakukan dengan berbagai
cara pemotongan).
Keling
Cara keling,
ialah penyambungan menggunakan bahan penyambung yang ujungnya dibuat besar
dengan pukulan atau tekanan. Tersedia berbagai ukuran keling, disesuaikan
dengan kebutuhan. Seperti pada penggunaan mur-baut, pertama dibuat lubang di
kedua bagian yang akan disambung. Perbedaannya ialah komponen penyambungnya.
Jika mur dan baut masing-masing memiliki kepala yang ukurannya lebih besar dari
lubang sambungan, maka pada keling, salah satu ujung dibuat berkepala, sedang
ujung lain dibesarkan pada saat penyambungan, dengan cara pemukulan atau
penekanan. Keling kecil yang menyambungnya menggunakan alat khusus (tang),
disebut rivet.
Kelebihan keling
ialah praktis dan cepat, biasanya ada alat khusus untuk pemasangannya. Sedang
kekurangannya ialah sambungan tidak dapat dilepas, kecuali dengan merusakkan
kelingnya. Biasanya keling dipakai untuk penyambungan bagian yang tidak perlu
dilepas-lepas.






0 komentar:
Posting Komentar